PADANG, — Cuaca buruk yang melanda Kota Padang sejak Sabtu siang berdampak pada kelancaran pelayanan air minum. Tingginya debit sungai membuat sejumlah instalasi pengambilan air baku milik Perumda Air Minum Kota Padang mengalami gangguan setelah material kayu, bebatuan, dan sedimen terbawa arus hingga menghambat aliran masuk ke intake.
Situasi tersebut membuat proses pengambilan air baku tidak berjalan optimal. Dampaknya, distribusi air minum kepada pelanggan di sejumlah kawasan ikut terganggu.
Pejabat Humas Perumda Air Minum Kota Padang, Afriyanto, mengungkapkan bahwa beberapa fasilitas intake di wilayah utara menjadi titik yang terdampak akibat meningkatnya debit air sungai.
Lokasi tersebut meliputi Intake Latung, Gariang, Palukahan, Sungai Duo, dan Sungai Sariak. Gangguan pada fasilitas itu turut memengaruhi pelayanan air minum bagi masyarakat di Kecamatan Koto Tangah, Nanggalo, dan Kuranji.
Kondisi serupa juga terjadi pada sejumlah intake di wilayah selatan Kota Padang. Curah hujan yang tinggi menyebabkan debit air pada sumber air baku meningkat sehingga memengaruhi kelancaran operasional sistem penyediaan air minum.
Afriyanto menyebutkan, pembersihan material yang menumpuk di sekitar pintu intake belum bisa dilakukan secara maksimal. Arus sungai yang masih deras serta debit air yang tinggi menjadi kendala bagi petugas untuk melakukan pekerjaan secara aman.
“Kami terus memantau perkembangan kondisi di lapangan. Penanganan akan dilakukan secara bertahap setelah situasi memungkinkan, karena keselamatan petugas harus menjadi prioritas. Kami berharap operasional intake dapat segera pulih sehingga distribusi air kepada pelanggan kembali normal,” kata Afriyanto.
Sembari menunggu kondisi membaik, Perumda Air Minum Kota Padang mengimbau pelanggan agar mengatur penggunaan air dengan lebih hemat. Masyarakat disarankan menyimpan persediaan air secukupnya untuk memenuhi kebutuhan utama selama gangguan berlangsung.
Air hujan juga bisa dimanfaatkan untuk kebutuhan rumah tangga yang tidak memerlukan air layak konsumsi, seperti menyiram tanaman dan membersihkan halaman. Namun, penggunaannya tetap harus disesuaikan dengan peruntukan serta memperhatikan aspek kebersihan.
Perumda Air Minum Kota Padang menyampaikan permohonan maaf kepada pelanggan atas terganggunya pelayanan akibat kondisi cuaca tersebut. Pemantauan terhadap intake dan sumber air baku terus dilakukan sebagai bagian dari upaya mempercepat pemulihan pelayanan.
Perusahaan menegaskan, langkah penanganan akan menyesuaikan kondisi di lapangan dengan tetap mengutamakan keselamatan petugas. Masyarakat diharapkan bersabar dan memahami situasi yang sedang dihadapi.
Informasi mengenai perkembangan penanganan dan pemulihan distribusi air minum akan disampaikan melalui saluran informasi resmi Perumda Air Minum Kota Padang.














