banner 728x250

Kualitas Udara Memburuk, Sekolah di Padang Wajibkan Masker dan Hentikan Aktivitas Luar Ruangan

IMG 20260915 WA0044
banner 120x600

PADANG, — Kondisi kualitas udara yang menurun akibat paparan asap dan abu vulkanik membuat sejumlah sekolah di Kota Padang mengambil langkah pencegahan untuk melindungi kesehatan siswa dan tenaga pendidik.

Di SD Negeri 34 Simpang Haru dan SMP Negeri 30 Padang, penggunaan masker kini menjadi bagian dari aktivitas sekolah. Kebijakan tersebut diterapkan sebagai tindak lanjut atas imbauan Dinas Pendidikan Kota Padang menyusul kondisi cuaca dan kualitas udara yang kurang baik.

Kepala SD Negeri 34 Simpang Haru, Zulmarlaini, mengatakan penerapan penggunaan masker di lingkungan sekolah berjalan cukup baik. Para siswa maupun guru diarahkan untuk tetap menggunakan masker, khususnya ketika berada di luar ruangan.

“Penerapan penggunaan masker saat ini berjalan sangat efektif. Bagi siswa yang belum membawa masker, kami terus mengimbau dan pihak sekolah juga menyediakan cadangan masker,” ujarnya.

Selain penggunaan masker, sekolah untuk sementara meniadakan berbagai kegiatan yang dilakukan di ruang terbuka. Aktivitas seperti olahraga, upacara dan senam dihentikan sementara sebagai langkah antisipasi terhadap risiko gangguan kesehatan, terutama infeksi saluran pernapasan akut (ISPA).

Meski demikian, kegiatan belajar mengajar di dalam kelas tetap berlangsung seperti biasa. Penggunaan masker dinilai tidak menjadi kendala bagi siswa dalam mengikuti pembelajaran.

Kondisi serupa juga diterapkan di SMP Negeri 30 Padang. Wakil Kepala Sekolah Bidang Kesiswaan, Dian Putra, menyebut tingkat kepatuhan siswa terhadap penggunaan masker sudah cukup tinggi.

“Tingkat kepatuhan siswa kami sudah mencapai sekitar 90 persen. Proses PBM tetap berjalan efektif di dalam kelas, hanya saja seluruh kegiatan lapangan ditiadakan. Fokus kami adalah memastikan anak-anak tetap belajar dengan aman,” katanya.

Menurutnya, sekolah terus mengingatkan siswa agar tidak mengabaikan kondisi udara saat beraktivitas. Langkah pencegahan dilakukan agar proses pendidikan tetap berjalan tanpa mengesampingkan aspek kesehatan.

Sementara itu, Duta Digital SMP Negeri 30 Padang, Ignacia Noyasiva, mengatakan para siswa memahami pentingnya mengikuti arahan sekolah di tengah kondisi udara yang kurang baik.

“Kami dari pihak siswa tentu mematuhi arahan guru-guru demi kebaikan bersama. Sejauh ini penggunaan masker sama sekali tidak mengganggu proses belajar kami di dalam kelas,” ujarnya.

Pihak sekolah juga mengajak orang tua dan wali murid ikut berperan dalam menjaga kesehatan anak. Orang tua diharapkan memastikan anak membawa dan menggunakan masker sejak meninggalkan rumah, selama berada di lingkungan sekolah, hingga perjalanan pulang.

Dengan langkah tersebut, sekolah berupaya menjaga kegiatan pembelajaran tetap berjalan sekaligus meminimalkan risiko kesehatan yang dapat muncul akibat buruknya kualitas udara.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *