banner 728x250

Kabut Asap Mulai Selimuti Padang, Nanda Satria Minta Warga Utamakan Kesehatan

Wakil Ketua DPRD Sumbar Nanda Satria
Wakil Ketua DPRD Sumbar Nanda Satria
banner 120x600

PADANG, — Kabut asap yang menyelimuti sejumlah wilayah di Kota Padang mulai menimbulkan kekhawatiran. Kondisi udara yang menurun membuat masyarakat diminta lebih waspada dan untuk sementara mengurangi aktivitas di luar rumah.

Wakil Ketua DPRD Sumatera Barat, Nanda Satria, mengingatkan warga agar tidak mengabaikan kondisi tersebut. Menurutnya, ketika kualitas udara memburuk, menjaga kesehatan harus menjadi perhatian bersama.

“Kita harus melihat ini sebagai persoalan kesehatan masyarakat. Kalau kualitas udara menurun dan kabut asap semakin terasa, aktivitas di luar rumah yang tidak mendesak sebaiknya dikurangi,” ujar Nanda.

Ia menyebut kabut asap yang dirasakan masyarakat diduga berkaitan dengan asap kiriman dari kebakaran hutan dan lahan di sejumlah wilayah provinsi tetangga. Dampaknya turut dirasakan di Kota Padang dan sejumlah daerah lainnya di Sumatera Barat.

Nanda secara khusus mengingatkan orang tua agar menjaga anak-anak, sementara warga lanjut usia dan mereka yang sensitif terhadap kualitas udara juga diminta lebih berhati-hati.

“Anak-anak dan lansia perlu mendapat perhatian lebih. Kalau tidak ada keperluan penting, sebaiknya aktivitas di luar ruangan dikurangi sampai kondisi udara membaik,” katanya.

Di tengah kondisi tersebut, masyarakat juga diminta menjaga daya tahan tubuh. Mengonsumsi makanan bergizi, memperbanyak minum air putih dan beristirahat cukup dinilai penting agar tubuh tetap fit.

“Jaga kesehatan, makan yang sehat dan bergizi, cukup minum serta istirahat. Jangan sampai kondisi udara yang kurang baik justru menimbulkan persoalan kesehatan baru,” ucapnya.

Nanda Dorong WFH Jika Kualitas Udara Semakin Buruk

Selain mengingatkan masyarakat, Nanda Satria juga mendorong Pemerintah Provinsi Sumatera Barat menyiapkan langkah antisipasi jika kondisi kabut asap terus memburuk.

Salah satu langkah yang menurutnya patut dipertimbangkan adalah penerapan Work From Home (WFH) bagi ASN di lingkungan Pemprov Sumbar.

Menurut Nanda, kebijakan tersebut bisa menjadi langkah sementara untuk mengurangi paparan udara yang tidak sehat sekaligus menekan mobilitas masyarakat.

“Kalau kondisi udara sudah masuk kategori tidak sehat, Pemprov bisa mempertimbangkan WFH bagi pegawai. Ini bukan berarti pelayanan publik dikurangi, tetapi bagian dari upaya melindungi kesehatan pegawai dan masyarakat,” tegasnya.

Ia menilai keputusan tersebut tentunya harus melihat perkembangan kualitas udara serta kebutuhan pelayanan di masing-masing instansi.

Sekolah Juga Diminta Siapkan Langkah Antisipasi

Perhatian terhadap kesehatan anak juga menjadi sorotan Nanda. Ia meminta pemerintah dan instansi terkait mempertimbangkan pembelajaran daring apabila kondisi udara sudah tidak aman untuk aktivitas anak-anak di lingkungan sekolah.

“Anak-anak harus menjadi perhatian utama. Kalau kondisi udara memang tidak memungkinkan untuk belajar di sekolah, pembelajaran daring bisa menjadi pilihan sementara sampai kualitas udara kembali membaik,” ujarnya.

Namun, Nanda menekankan agar keputusan tersebut dilakukan berdasarkan data dan hasil pemantauan kualitas udara, serta melalui koordinasi pemerintah daerah dengan dinas pendidikan dan pihak sekolah.

Ia juga meminta pemerintah terus memantau kondisi udara secara berkala dan bergerak cepat apabila kualitas udara semakin memburuk.

Menurutnya, penanganan kabut asap tidak cukup hanya dilakukan di satu daerah. Pemerintah kabupaten dan kota di Sumatera Barat yang ikut merasakan dampaknya juga perlu mengambil langkah perlindungan bagi masyarakat.

“Yang paling penting sekarang adalah keselamatan dan kesehatan masyarakat. Kita berharap kabut asap ini segera berlalu dan kualitas udara di Sumatera Barat, khususnya Kota Padang, kembali normal,” pungkas Nanda Satria.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *