PADANG, – Hujan yang mengguyur Kota Padang pada Senin (3/8/2026) kembali memicu banjir di Perumahan Permata Utama, kawasan Sungai Duo, Sungai Lareh, Kelurahan Lubuk Minturun, Kecamatan Koto Tangah. Luapan air sungai menggenangi jalan lingkungan hingga masuk ke rumah-rumah warga dengan ketinggian mencapai semata kaki.
Peristiwa tersebut kembali mengingatkan warga pada persoalan lama yang hingga kini belum juga menemukan solusi. Hampir setiap kali hujan turun dengan intensitas tinggi, kawasan permukiman itu menjadi langganan banjir akibat meluapnya aliran sungai di sekitar perumahan.
Ketua Perumahan Permata Utama, Edi Suhendra, mengaku warga sudah bertahun-tahun hidup berdampingan dengan ancaman banjir. Menurutnya, kondisi tersebut tidak hanya mengganggu aktivitas sehari-hari, tetapi juga menimbulkan kerugian bagi masyarakat.
“Setiap hujan deras kami selalu dihantui rasa cemas. Air sungai cepat meluap dan masuk ke rumah-rumah warga. Kondisi seperti ini terus berulang,” kata Edi.
Ia menjelaskan, warga sebelumnya telah mengusulkan pembangunan dam atau bangunan pengendali aliran sungai sebagai upaya mengurangi risiko banjir. Usulan tersebut diajukan melalui program penanganan bencana hidrometeorologi pada 2025.
“Informasi yang kami terima dari Camat Koto Tangah saat itu, Bapak Fizlan Setiawan, proposal tersebut sudah masuk dalam R3P. Namun hingga sekarang belum ada kejelasan mengenai realisasinya,” ujarnya.
Menurut Edi, warga tidak sekadar menginginkan penanganan sementara saat banjir terjadi, tetapi berharap ada langkah konkret yang mampu mengatasi akar persoalan sehingga banjir tidak lagi berulang setiap musim hujan.
“Kami berharap pemerintah segera menindaklanjuti usulan yang telah disampaikan. Warga hanya ingin ada solusi nyata agar tidak terus hidup dalam bayang-bayang banjir setiap kali hujan turun,” tuturnya.
Warga berharap pemerintah daerah bersama instansi terkait segera mempercepat realisasi pembangunan infrastruktur pengendali banjir. Mereka menilai penanganan yang tepat tidak hanya akan melindungi permukiman, tetapi juga memberikan rasa aman bagi masyarakat yang selama ini harus menghadapi ancaman banjir berulang.















