ROKAN HULU — Perjalanan seorang ayah bersama anaknya di Kabupaten Rokan Hulu, Riau, berakhir tragis. Seorang pria berinisial I dan anaknya, N (9), menjadi korban dalam insiden yang diduga berkaitan dengan keracunan gas di dalam mobil saat melintasi kawasan Jalan Raya Simpang Kumu–Duri KM 261–262, Desa Betung, Kecamatan Bonai Darussalam, Kamis (30/7/2026).
Peristiwa tersebut terjadi ketika Toyota Avanza dengan nomor polisi B 2051 BRA yang dikemudikan I tengah melakukan perjalanan dari Muara Rumbai, Kecamatan Rambah Hilir, menuju Kabupaten Bengkalis.
Kapolsek Bonai Darussalam IPTU Abdau Wardiyoso membenarkan adanya kejadian tersebut. Ia mengatakan, kondisi korban sempat mendapat penanganan medis sebelum akhirnya dirujuk ke RSUD Kabupaten Rokan Hulu.
“Betul, korban meninggal dunia. Setelah mendapat perawatan di Puskesmas Bonai Darussalam, korban dirujuk ke RSUD Kabupaten Rokan Hulu. Namun, dalam perjalanan ke rumah sakit korban meninggal dunia,” kata Abdau, Jumat (31/7/2026).
Menurut keterangan kepolisian, masalah bermula ketika kendaraan memasuki salah satu titik genangan akibat banjir. Dari tiga lokasi genangan yang dilalui, kendaraan tersebut mengalami kendala pada genangan kedua.
“Saat melintasi titik banjir kedua dari tiga lokasi genangan, kendaraan mengambang, kehilangan tenaga, dan tidak dapat bergerak,” ujar Abdau.
Situasi tersebut kemudian mengundang perhatian warga dan petugas di sekitar lokasi. Polisi bersama masyarakat bergerak melakukan evakuasi terhadap kendaraan sekaligus para penumpang yang berada di dalamnya.
Dalam proses penanganan, kondisi I dan anaknya kemudian menjadi perhatian serius hingga keduanya mendapatkan pertolongan medis.
Peristiwa ini kini menjadi perhatian, terutama terkait kondisi kendaraan dan situasi perjalanan saat melintasi ruas jalan yang dilanda genangan. Kepolisian masih melakukan penanganan dan pendalaman untuk memastikan penyebab pasti kejadian tersebut.
Keterangan mengenai dugaan keracunan gas AC mobil juga masih perlu dibuktikan melalui pemeriksaan lebih lanjut. Polisi mengimbau masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan ketika berkendara di tengah kondisi banjir, terlebih jika kendaraan mengalami gangguan dan harus berhenti dalam waktu tertentu.















