PADANG, – Hujan deras yang mengguyur Kota Padang pada Minggu (2/8/2026) sore mengakibatkan debit sungai meningkat dan air baku menjadi sangat keruh. Kondisi tersebut memaksa Perumda Air Minum Kota Padang menghentikan sementara operasional tiga Instalasi Pengolahan Air (IPA) demi menjaga kualitas air yang disalurkan kepada pelanggan.
Tiga instalasi yang terdampak yakni IPA Paraku, IPA Guo, dan IPA Gunung Pangilun. Akibat penghentian produksi tersebut, distribusi air bersih ke tiga area pelayanan untuk sementara tidak dapat dilakukan.
“Curah hujan yang tinggi menyebabkan air sungai meluap dan tingkat kekeruhan air baku meningkat tajam. Dalam kondisi seperti ini, instalasi tidak dapat mengolah air secara optimal sehingga operasional sementara dihentikan untuk menjaga kualitas air yang didistribusikan kepada pelanggan,” demikian keterangan resmi Perumda Air Minum Kota Padang.
Perumda menjelaskan, penghentian operasional merupakan langkah teknis untuk memastikan air yang nantinya didistribusikan tetap memenuhi standar kualitas. Petugas saat ini terus memantau perkembangan kondisi sungai dan melakukan evaluasi secara berkala.
“Kami akan segera mengoperasikan kembali ketiga instalasi pengolahan air setelah kondisi air baku kembali normal dan tingkat kekeruhan menurun. Kami memohon maaf atas ketidaknyamanan ini serta mengucapkan terima kasih atas pengertian seluruh pelanggan,” tulis Perumda.
Perumda Air Minum Kota Padang juga mengimbau masyarakat di wilayah terdampak agar menghemat penggunaan air selama proses pemulihan berlangsung. Distribusi akan kembali dilakukan secara bertahap setelah operasional ketiga IPA kembali normal.















