banner 728x250

Deretan Penghargaan Warnai Evaluasi Kinerja Pemprov Sumbar di 2026

IMG 20260826 WA0008
banner 120x600

PADANG,  — Memasuki penghujung Agustus 2026, perjalanan Pemerintah Provinsi Sumatera Barat (Pemprov Sumbar) sepanjang tahun ini diwarnai sejumlah capaian yang mendapat pengakuan dari berbagai lembaga. Penghargaan yang diterima tidak hanya berkaitan dengan kepemimpinan, tetapi juga menyentuh sektor pendidikan, pemerintahan, digitalisasi ekonomi hingga penanganan bencana.

Rangkaian apresiasi tersebut menjadi salah satu gambaran atas berbagai langkah yang dilakukan pemerintah daerah dalam menjalankan agenda pembangunan. Penilaian yang datang dari lembaga dengan latar belakang berbeda turut memperlihatkan luasnya aspek yang menjadi perhatian terhadap kinerja Sumbar.

Di sektor kepemimpinan dan pengelolaan sumber daya manusia, Gubernur Sumbar Mahyeldi Ansharullah meraih sejumlah penghargaan. Di antaranya Indonesia Human Capital Brilliance Award (IHCBA) dari Forum Human Capital Indonesia (FHCI), Leadership Award dari Ikatan Akuntan Indonesia (IAI) Sumbar, serta Disway Top Regional Leader Award dari Disway National Network (DNN).

Pengakuan lainnya datang dari bidang pendidikan. Mahyeldi memperoleh penghargaan tingkat nasional dari Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) RI dalam momentum Hari Pendidikan Nasional.

Sementara itu, kiprah dalam penyelenggaraan pemerintahan dan kepamongprajaan turut mendapat apresiasi melalui Penghargaan Kartika Pamong Praja Madya yang diberikan Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN).

Langkah Sumbar dalam mengembangkan ekosistem ekonomi berbasis digital juga memperoleh perhatian. Bank Indonesia memberikan Bank Indonesia Award kepada Pemprov Sumbar sebagai Pemerintah Provinsi Penggerak Ekonomi Digital Nasional Terbaik Wilayah Sumatera.

Apresiasi tidak hanya diterima gubernur. Wakil Gubernur Sumbar Vasko Ruseimy juga mendapat penghargaan Parlemen Jurnalis Award dari Koordinatoriat Wartawan Parlemen (KWP), dengan kategori Wakil Kepala Daerah Penggerak Solidaritas Kebencanaan.

Penghargaan tersebut mencerminkan perhatian terhadap upaya pemerintah daerah dalam membangun kepedulian dan memperkuat semangat gotong royong ketika masyarakat menghadapi bencana.

Meski demikian, sederet penghargaan tersebut tidak lantas dianggap sebagai tanda bahwa seluruh pekerjaan pemerintah telah selesai. Justru, capaian itu dinilai dapat menjadi bahan untuk mengukur sekaligus memperbaiki kinerja pemerintahan.

Gubernur Mahyeldi menegaskan bahwa penghargaan bukan sasaran utama dalam menjalankan pemerintahan. Menurutnya, ukuran terpenting adalah sejauh mana kebijakan yang dibuat mampu menjawab kebutuhan masyarakat dan menghadirkan manfaat secara langsung.

“Penghargaan ini kita syukuri dan kita jadikan motivasi untuk terus bekerja lebih baik. Yang paling penting bukan penghargaan yang kita terima, tetapi bagaimana program dan kebijakan pemerintah benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat,” kata Mahyeldi di Padang, Selasa (25/8/2026).

Ia menyampaikan, capaian yang diperoleh tidak terlepas dari kontribusi seluruh jajaran pemerintah, mulai dari perangkat daerah hingga pemerintah kabupaten dan kota. Kolaborasi dengan berbagai unsur masyarakat serta pemangku kepentingan juga menjadi bagian penting dalam pelaksanaan pembangunan.

Di tengah berbagai capaian tersebut, Mahyeldi mengakui masih terdapat sejumlah persoalan yang membutuhkan perhatian. Beberapa program masih perlu diperkuat, baik dari sisi pelaksanaan di lapangan maupun dukungan pembiayaan.

Karena itu, penghargaan yang diraih sepanjang tahun berjalan akan ditempatkan sebagai pemacu untuk meningkatkan kinerja, bukan sebagai alasan untuk berpuas diri. Pemerintah daerah akan mempertahankan program yang dinilai berhasil sekaligus melakukan pembenahan terhadap sektor yang masih memiliki kekurangan.

“Masih banyak pekerjaan yang harus kita selesaikan. Karena itu, apresiasi yang kita terima jangan sampai membuat kita berhenti berbenah. Justru harus menjadi penyemangat untuk memberikan pelayanan yang lebih baik dan menghadirkan pembangunan yang semakin dirasakan masyarakat,” tegasnya.

Dengan berbagai catatan tersebut, perjalanan Pemprov Sumbar sepanjang 2026 dapat menjadi momentum untuk melihat kembali capaian sekaligus tantangan yang masih dihadapi. Deretan penghargaan menjadi bagian dari apresiasi, sedangkan keberhasilan pembangunan tetap diukur dari manfaat nyata yang diterima masyarakat.

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *