PADANG, — Pemerintah Provinsi Sumatera Barat bergerak cepat menyikapi kejadian yang membuat ratusan siswa dan guru di Kecamatan Palupuh, Kabupaten Agam, mengalami keluhan kesehatan setelah menyantap menu Makanan Bergizi Gratis (MBG).
Gubernur Sumbar Mahyeldi Ansharullah meminta operasional dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Palupuh dihentikan sementara. Kebijakan ini diberlakukan sampai proses pemeriksaan dan investigasi terhadap kejadian tersebut selesai dilakukan.
Mahyeldi menegaskan, keselamatan penerima manfaat harus menjadi perhatian utama. Karena itu, seluruh proses yang berkaitan dengan penyediaan makanan perlu diperiksa secara menyeluruh untuk mengetahui penyebab munculnya keluhan kesehatan.
“Demi keamanan, operasional dapur SPPG kita hentikan sementara. Amankan dan periksa seluruh prosesnya, termasuk sampel makanan. Setelah hasil pemeriksaan keluar dan dipastikan tidak ada pelanggaran atau persoalan yang membahayakan, baru operasional dapat dilanjutkan,” kata Mahyeldi usai menghadiri kegiatan di Universitas Negeri Padang (UNP), Kamis (3/9/2026).
Menurut Mahyeldi, pemerintah tidak ingin mengambil risiko sebelum penyebab kejadian benar-benar diketahui. Hasil pemeriksaan nantinya akan menjadi dasar untuk menentukan apakah operasional SPPG tersebut sudah dapat kembali dijalankan atau masih membutuhkan pembenahan.
Pemeriksaan melibatkan instansi terkait, termasuk Dinas Kesehatan dan Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM). Sampel makanan juga diperiksa untuk memastikan ada atau tidaknya faktor yang berkaitan dengan munculnya keluhan kesehatan.
Di sisi lain, Mahyeldi meminta seluruh pengelola dapur MBG di Sumatera Barat meningkatkan pengawasan mulai dari pemilihan bahan makanan, proses pengolahan, kebersihan dapur hingga distribusi makanan.
Ia menekankan, program MBG merupakan program yang memiliki tujuan penting dalam membantu memenuhi kebutuhan gizi anak-anak. Karena itu, pelaksanaannya tidak boleh mengabaikan aspek keamanan pangan.
“Ini menjadi evaluasi serius bagi seluruh pengelola dapur MBG. Jangan sampai program yang bertujuan mulia untuk memenuhi kebutuhan gizi anak-anak justru menimbulkan persoalan kesehatan. Keamanan dan kualitas makanan harus menjadi prioritas utama,” ujarnya.
Sebelumnya, sebanyak 237 siswa dan guru di Palupuh dilaporkan mengalami keluhan seperti mual, sakit perut dan pusing setelah mengonsumsi menu MBG pada Selasa (1/9).
Keluhan tersebut kemudian mendapat penanganan dari tenaga kesehatan. Informasi dari Puskesmas Palupuh dan 13 puskesmas pembantu (pustu) menyebutkan sebagian siswa dan guru sempat mendapatkan perawatan di sejumlah fasilitas kesehatan.
Meski demikian, pemerintah belum menyimpulkan penyebab pasti dari kejadian tersebut. Dugaan gangguan kesehatan masih dalam proses investigasi dan pemeriksaan laboratorium.
Kepala SPPG Palupuh, Wahyu Saputra, menjelaskan makanan yang dibagikan pada Selasa itu terdiri dari telur puyuh dan sejumlah sayuran, yakni timun, tomat serta selada.
Wahyu menyebut tidak ada laporan keluhan ketika makanan dibagikan kepada para penerima manfaat. Pihak SPPG baru mengetahui adanya keluhan dari siswa pada hari berikutnya.
“Kami juga terkejut dengan kejadian ini. Saat pembagian MBG tidak ada laporan terkait keluhan atau dugaan keracunan. Kami sekarang berkoordinasi dengan pihak terkait dan menunggu hasil pemeriksaan laboratorium terhadap sampel makanan,” katanya.
Sementara itu, Koordinator Wilayah Program MBG Kabupaten Agam, Aryo, mengatakan pihaknya masih melakukan pendataan dan mengumpulkan keterangan dari berbagai pihak untuk mendapatkan gambaran lengkap mengenai kejadian tersebut.
Koordinasi juga dilakukan bersama Badan Gizi Nasional (BGN) dan KPPG terkait, termasuk dalam proses penelusuran kronologi dan pemeriksaan makanan.
Kondisi para siswa dan guru yang sempat mendapatkan penanganan medis kini berangsur membaik. Berdasarkan informasi terakhir, seluruhnya telah diperbolehkan kembali ke rumah masing-masing.
Pemprov Sumbar memastikan kondisi mereka tetap dipantau. Sementara itu, hasil investigasi dan pemeriksaan laboratorium akan menjadi penentu langkah berikutnya terhadap operasional SPPG Palupuh.
Pemerintah berharap proses pemeriksaan dapat segera memberikan kepastian mengenai penyebab kejadian, sekaligus menjadi bahan evaluasi agar pelaksanaan program MBG di Sumatera Barat semakin aman dan terjamin bagi seluruh penerima manfaat.















