AGAM, — Sejumlah proyek infrastruktur di wilayah Agam bagian barat menjadi perhatian Bupati Agam, Ir. H. Benni Warlis, MM, Dt. Tan Batuah. Ia turun langsung mengecek kondisi dan progres pekerjaan di sejumlah titik, Sabtu (5/9/2026).
Peninjauan dilakukan untuk memastikan pembangunan tidak sekadar berjalan, tetapi benar-benar sesuai kebutuhan di lapangan. Infrastruktur jalan, jembatan, drainase hingga penanganan kawasan yang sebelumnya terdampak banjir menjadi bagian dari agenda tersebut.
Bersama jajaran Pemerintah Kabupaten Agam, Benni Warlis menyambangi sejumlah lokasi di Kecamatan Matur, Palembayan, Ampek Nagari, Lubuk Basung dan Tanjung Raya.
Di Kecamatan Matur, rombongan lebih dulu melihat kondisi jalan terban di Nagari Sitingkai. Dari lokasi tersebut, Bupati melanjutkan peninjauan ke ruas Jalan Matur-Palembayan yang tengah mendapat penanganan melalui rehabilitasi jalan provinsi dengan nilai anggaran lebih dari Rp4,7 miliar.
Perhatian kemudian diarahkan ke ruas Jalan Ladang Makmur-Tulang Gajah. Di kawasan ini, pekerjaan mencakup pelebaran sekaligus pengalihan trase jalan pada sejumlah titik. Total panjang penanganan mencapai sekitar 1.215 meter, dengan pagu anggaran Rp3 miliar.
Benni menilai progres sejumlah pekerjaan yang dilihat di lapangan cukup baik. Ia mencontohkan penanganan ruas jalan di wilayah IV Koto Palembayan serta pengalihan trase di Jorong Lambeh, Tulang Gajah.
Menurutnya, pembangunan jalan tidak cukup hanya mengandalkan pengaspalan. Kondisi badan jalan, kemiringan tebing, bekas longsoran hingga sistem drainase harus ditangani secara bersamaan.
“Beberapa kegiatan yang kita lihat hari ini sudah menunjukkan perkembangan. Di IV Koto Palembayan, jalan provinsi sudah dilakukan perbaikan. Kemudian di Jorong Lambeh, Tulang Gajah, trase jalan dipindahkan ke bagian tebing,” kata Benni.
Ia menjelaskan, pelebaran jalan dilakukan secara bertahap dengan tetap memperhatikan kondisi lingkungan dan kesepakatan bersama masyarakat.
Selain memperlebar badan jalan, penanganan juga mencakup perapian bekas longsoran, pembangunan drainase, pengerasan hingga pengaspalan.
“Harapan kita, jalan ini bisa diperlebar secara bertahap. Masyarakat juga mendukung. Bekas-bekas longsoran kita rapikan sehingga badan jalan lebih aman dan risiko longsor bisa dikurangi,” ujarnya.
Drainase Jadi Kunci
Dalam peninjauan tersebut, Benni secara khusus menyoroti persoalan air yang selama ini menjadi salah satu faktor utama kerusakan jalan.
Menurutnya, kualitas aspal akan sulit bertahan apabila aliran air tidak dikendalikan dengan baik.
“Masalah jalan selama ini yang paling berpengaruh adalah air. Kalau drainasenya tidak bagus, sebagus apa pun jalan diaspal, air tetap mengalir ke badan jalan. Tidak lama kemudian jalan bisa rusak dan berlubang lagi,” tegasnya.
Karena itu, pembangunan drainase dinilai harus menjadi bagian penting dalam setiap pekerjaan jalan, terutama pada ruas yang berada di kawasan rawan genangan maupun longsor.
Benni juga mengapresiasi pembangunan drainase pada ruas IV Koto Palembayan. Menurutnya, keberadaan drainase dan bangunan pengaman di sisi jalan dapat membantu mengarahkan aliran air agar tidak langsung masuk ke badan jalan.
“Alhamdulillah, drainasenya sudah dibuat dan kondisinya bagus. Ada penghambat di sisi jalan sehingga air tidak langsung mengalir ke badan jalan,” katanya.
Ia turut menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Provinsi Sumatera Barat dan Pemerintah Pusat atas dukungan anggaran untuk penanganan infrastruktur di Kabupaten Agam.
Dari Palembayan, peninjauan berlanjut ke ruas Jalan Pasar Batu Kambiang-Simpang Pudung, Kecamatan Ampek Nagari. Ruas tersebut mendapat penanganan sepanjang sekitar 700 meter, dengan anggaran lebih dari Rp1,1 miliar.
Sementara di Kecamatan Tanjung Raya, Bupati mengecek sejumlah pekerjaan pada ruas Jalan Pasar Bayua-Jalan Batuang.
Pekerjaan di kawasan itu antara lain pengedaman Jembatan Panjang sepanjang 12 meter, serta pengedaman dan pengecoran jalan menuju Pabatungan sepanjang 69 meter. Nilai kontraknya sekitar Rp573,9 juta.
Infrastruktur Pascabanjir Ikut Diperiksa
Penanganan dampak banjir juga menjadi perhatian dalam agenda tersebut. Bupati meninjau lokasi bendung di Limau Hantu yang sebelumnya terdampak banjir.
Di lokasi itu dilakukan pembersihan material sisa banjir dan pekerjaan galian dengan pagu anggaran sekitar Rp1 miliar.
Peninjauan berikutnya menyasar pembangunan Jembatan Tumayo dan Jembatan Balok dengan nilai anggaran lebih dari Rp4,6 miliar.
Rangkaian pengecekan kemudian ditutup dengan melihat pekerjaan normalisasi alur dan pemasangan bronjong di Sungai Batang Tumayo, Nagari Sungai Batang. Penanganan tersebut saat ini dilakukan Kementerian Pekerjaan Umum melalui pemerintah pusat.
Benni menegaskan, pembangunan infrastruktur harus memberikan dampak langsung terhadap aktivitas masyarakat. Jalan yang lebih baik, jembatan yang aman dan pengendalian aliran air diharapkan dapat memperlancar mobilitas sekaligus mengurangi risiko kerusakan berulang.
“Semoga pembangunan infrastruktur di Kabupaten Agam berjalan lancar sehingga manfaatnya benar-benar dirasakan masyarakat. Aktivitas masyarakat juga bisa kembali normal dan semakin lancar,” ujarnya.
Benni kembali menyampaikan terima kasih kepada Pemerintah Provinsi Sumatera Barat dan Pemerintah Pusat yang telah memberikan dukungan dalam pembangunan serta penanganan infrastruktur di Kabupaten Agam.
“Kita berterima kasih kepada Pemerintah Provinsi dan Pemerintah Pusat atas bantuan yang telah diberikan untuk Kabupaten Agam,” pungkasnya.











