banner 728x250
Daerah  

KKP Percepat Pemulihan Perikanan Agam, Bupati Benni Warlis Dorong Kebangkitan Ekonomi Masyarakat Pascabencana

banner 120x600


AGAM – Upaya percepatan pemulihan sektor kelautan dan perikanan pascabencana di Sumatera Barat terus digencarkan. Pemerintah Kabupaten Agam menerima kunjungan Direktur Pengolahan Direktorat Jenderal Penguatan Daya Saing Produk Kelautan dan Perikanan (PDSPKP) Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) RI, Budi Yuwono, di Mess Pemkab Agam, Belakang Balok, Bukittinggi, Jumat (23/7/2027).


Kunjungan tersebut menjadi bagian dari agenda percepatan Program Rehabilitasi dan Rekonstruksi (PRR) bidang kelautan dan perikanan yang difokuskan untuk memulihkan aktivitas ekonomi masyarakat terdampak bencana di Sumatera Barat.


Budi Yuwono mengungkapkan, tim KKP sengaja turun langsung ke lapangan guna memastikan kondisi riil yang dihadapi para pelaku usaha budidaya maupun pengolahan hasil perikanan. Langkah ini dilakukan agar program bantuan yang disiapkan pemerintah benar-benar menjawab kebutuhan masyarakat.


“Kami ingin memastikan setiap bentuk dukungan yang diberikan tepat sasaran. Karena itu, kondisi di lapangan harus dilihat secara langsung agar proses pemulihan berjalan efektif dan mampu menghidupkan kembali sektor perikanan masyarakat,” ujarnya.


Ia menegaskan, hasil peninjauan lapangan akan menjadi dasar dalam menentukan skema rehabilitasi serta bantuan yang paling dibutuhkan, baik untuk pemulihan sarana budidaya maupun pengembangan usaha pengolahan hasil perikanan.


Sementara itu, Bupati Agam, Ir. H. Benni Warlis, MM, Dt Tan Batuah menyampaikan apresiasi atas perhatian pemerintah pusat terhadap kondisi sektor perikanan di Kabupaten Agam. Menurutnya, kunjungan KKP membawa harapan baru bagi percepatan pemulihan ekonomi masyarakat yang menggantungkan mata pencaharian dari sektor tersebut.


Dalam pemaparannya, Bupati menjelaskan bahwa sejumlah sentra budidaya dan pengolahan ikan mengalami kerusakan cukup berat akibat bencana, terutama di Kecamatan Tanjung Raya dan Palembayan. Kondisi tersebut berdampak langsung terhadap aktivitas produksi serta pendapatan masyarakat.


“Bantuan dari pemerintah pusat sangat kami harapkan agar para pelaku usaha perikanan dapat kembali berproduksi. Dengan begitu, roda perekonomian masyarakat bisa segera bergerak dan bangkit kembali,” kata Benni Warlis.


Tak hanya menyoroti pemulihan pascabencana, Bupati juga memperkenalkan limbek salai, produk olahan ikan khas Kabupaten Agam yang dinilai memiliki potensi besar untuk dikembangkan menjadi komoditas unggulan bernilai ekonomi tinggi.


Ia berharap sinergi antara Pemerintah Kabupaten Agam dan KKP terus diperkuat, tidak hanya dalam penanganan pascabencana, tetapi juga untuk mendorong pengembangan industri pengolahan ikan, memperkuat legalitas produk lokal, serta memperluas pemasaran agar produk khas Agam semakin dikenal di tingkat nasional.


“Dengan kolaborasi yang kuat antara pemerintah daerah dan pemerintah pusat, kami optimistis sektor perikanan di Kabupaten Agam tidak hanya pulih, tetapi juga tumbuh lebih maju sehingga mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” tutupnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *