PADANG – Pascabanjir yang melanda Kota Padang, Perumda Air Minum Kota Padang bersama PT Hutama Karya bergerak cepat melakukan pemulihan fasilitas air baku yang terdampak. Sejak Selasa pagi, perbaikan difokuskan pada Intake Guo serta pembangunan bendungan darurat di Intake Kampung Koto untuk mengembalikan pasokan air baku menuju Instalasi Pengolahan Air (IPA) Gunung Pangilun.
Derasnya arus banjir membawa material berupa lumpur, pasir, kayu, dan bebatuan yang menimbun area intake. Kondisi tersebut menyebabkan pengambilan air baku terganggu sehingga berdampak pada proses produksi air bersih di IPA Gunung Pangilun.
Sebagai langkah percepatan pemulihan, Perumda Air Minum Kota Padang menggandeng PT Hutama Karya dengan mengerahkan alat berat dan personel ke lokasi. Di Intake Guo, tim melakukan pembersihan material serta perbaikan fasilitas yang terdampak banjir. Sementara di Intake Kampung Koto, bendungan darurat dibangun sebagai solusi sementara agar aliran air baku kembali dapat dimanfaatkan.
“Fokus utama saat ini adalah memulihkan fungsi intake secepat mungkin agar pasokan air baku kembali normal. Pembangunan bendungan darurat menjadi langkah strategis untuk mempercepat operasional IPA Gunung Pangilun,” ujar petugas di lapangan.
Pekerjaan dilakukan secara intensif mengingat intake merupakan infrastruktur vital dalam sistem penyediaan air bersih bagi ribuan pelanggan Perumda Air Minum Kota Padang. Proses pembersihan timbunan material dan perbaikan fasilitas terus dikebut agar pelayanan kepada masyarakat segera kembali normal.
“Kami terus berupaya mempercepat seluruh proses perbaikan bersama Hutama Karya. Harapannya, produksi air bersih dapat segera pulih sehingga distribusi kepada pelanggan Perumda Air Minum Kota Padang kembali berjalan optimal,” kata petugas.
Perumda Air Minum Kota Padang juga mengimbau masyarakat yang masih mengalami gangguan layanan untuk bersabar, karena proses pemulihan terus dilakukan hingga seluruh sistem pengambilan air baku kembali berfungsi secara maksimal.















