banner 728x250

Fly Over Sitinjau Lauik Mulai Dikerjakan, Proyek Ditargetkan Tuntas Mei 2028

IMG 20260917 WA0078
banner 120x600

SOLOK, — Pembangunan Fly Over Sitinjau Lauik mulai memasuki fase konstruksi. Setelah persoalan pengadaan tanah diselesaikan, aktivitas pembangunan infrastruktur tersebut kini mulai berjalan di lapangan.

Kepastian itu disampaikan Gubernur Sumatera Barat Mahyeldi Ansharullah saat meninjau langsung perkembangan proyek Fly Over Sitinjau Lauik, Kamis (17/9/2026).

Mahyeldi datang bersama sejumlah pihak terkait, termasuk Hutama Karya dan Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN). Dalam peninjauan tersebut, gubernur melihat kondisi pekerjaan sekaligus mendapat pemaparan mengenai tahapan konstruksi yang tengah berlangsung.

Menurut Mahyeldi, penyelesaian persoalan tanah menjadi salah satu perkembangan penting dalam pelaksanaan proyek. Dengan lahan yang sudah tersedia, pekerjaan fisik dapat dilanjutkan oleh pelaksana.

“Alhamdulillah dengan dukungan semua pihak, untuk masalah tanah sudah selesai. Berarti sekarang HPSL selaku pelaksana sudah bergerak untuk pembangunan fisik. Dan sekarang ini progresnya cukup menggembirakan,” kata Mahyeldi.

Ia menyebut pembangunan Fly Over Sitinjau Lauik memiliki tingkat kerumitan tersendiri. Hal itu terlihat dari rancangan sejumlah struktur jembatan yang membutuhkan metode konstruksi khusus.

Dari penjelasan tim teknis, Jembatan 3 dan Jembatan 4 dirancang dengan karakter berbeda. Salah satunya berupa konstruksi melengkung dengan bentang sekitar 180 meter, sedangkan bagian lainnya menggunakan sistem cable-stayed dengan bentang sekitar 300 meter.

“Ini suatu hal yang tidak sederhana. Alhamdulillah dari pelaksana dan juga tim yang ahli-ahli, mereka ini luar biasa. Ini suatu kebanggaan juga bagi kita,” ujar Mahyeldi.

Bagi Mahyeldi, progres proyek tersebut merupakan hasil keterlibatan banyak unsur. Ia menyampaikan apresiasi kepada HPSL, Kementerian Pekerjaan Umum, Agrinas, DPR RI, pemerintah kabupaten dan kota, jajaran teknis serta masyarakat yang mendukung proses pembangunan.

Ia meminta semangat kolaborasi tersebut terus dipertahankan. Menurutnya, proyek strategis seperti Fly Over Sitinjau Lauik membutuhkan koordinasi yang berkelanjutan sejak tahap persiapan hingga konstruksi selesai.

“Semangat kebersamaan ini harus dikembangkan. Jangan ada yang mengatakan bahwasanya ini adalah hasil saya, karena semuanya adalah hasil kerja bersama dan sinergi banyak pihak,” tegasnya.

Persoalan lahan juga menjadi perhatian Mahyeldi. Ia mengatakan komunikasi dengan masyarakat perlu dibangun sejak awal ketika pembangunan membutuhkan tanah masyarakat.

Menurutnya, keterbukaan dan pelibatan warga dapat membantu memperlancar proses pembangunan sekaligus menciptakan pemahaman mengenai tujuan proyek.

“Di Sumatera Barat ini sebenarnya masalah lahan tidak sulit, yang penting komunikasi dengan masyarakat harus lancar, minta pendapat dan pandangan mereka. Ketika masyarakat merasa dihargai dan dilibatkan secara maksimal, maka percepatan bisa diwujudkan,” katanya.

Fly Over Sitinjau Lauik diharapkan dapat memberikan dampak terhadap keselamatan pengguna jalan sekaligus memperlancar pergerakan kendaraan di jalur tersebut. Keberadaan infrastruktur ini juga berkaitan dengan mobilitas masyarakat dan distribusi barang menuju berbagai wilayah di Sumatera Barat.

Dari sisi pelaksanaan, PPK Sitinjau Lauik, Risma, yang mewakili pihak balai, menjelaskan proyek tersebut menggunakan skema Kerja Sama Pemerintah dengan Badan Usaha (KPBU).

Melalui skema tersebut, badan usaha terlibat dalam pembiayaan pembangunan serta bertanggung jawab terhadap operasional dan pemeliharaan infrastruktur selama masa layanan.

Risma mengatakan pembangunan Fly Over Sitinjau Lauik salah satunya ditujukan untuk mengatasi persoalan keselamatan dan kelancaran kendaraan di kawasan tersebut.

Salah satu lokasi yang menjadi perhatian adalah Tikungan Panorama 1. Ruas tersebut memiliki radius tikungan yang kecil serta kemiringan cukup tinggi, sehingga menjadi tantangan bagi kendaraan yang melintas, khususnya angkutan logistik.

Kini, setelah proses pengadaan tanah yang sebelumnya sempat menghadapi kendala berhasil dituntaskan, pekerjaan konstruksi dapat dilakukan dengan lebih optimal.

Penyesuaian jadwal kerja sama juga telah dilakukan. Dengan perkembangan tersebut, penyelesaian pembangunan Fly Over Sitinjau Lauik ditargetkan pada Mei 2028.

“Dengan tuntasnya pembebasan lahan ini, kami optimis pembangunan akan berjalan lebih optimal. Target kita ini tuntas Mei 2028,” ujar Risma.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *