TANGERANG, — Semen Padang FC memasuki musim baru dengan membawa identitas yang tidak hanya melekat pada nama klub, tetapi juga pada akar budaya daerah asalnya. Menyambut Championship 2026/2027, Kabau Sirah memperkenalkan kekuatan baru sekaligus jersi yang menampilkan karakter Minangkabau secara lebih kuat.
Peluncuran tim dan jersi berlangsung di Alam Sutera, Tangerang, Selasa (25/8/2026). Dalam kesempatan tersebut, Wakil Gubernur Sumatera Barat Vasko Ruseimy menerima secara langsung jersi Semen Padang FC yang diserahkan Presiden Klub Andre Rosiade.
Bagi Vasko, desain jersi musim terbaru memiliki nilai tersendiri. Unsur rumah gadang dan simbol-simbol budaya Minangkabau yang dituangkan dalam desain dinilai mampu menjadi media untuk mengenalkan identitas Sumatera Barat melalui olahraga.
“Ini sesuatu yang membanggakan. Jersinya bukan hanya bagus, tetapi juga memperlihatkan identitas kita melalui ornamen rumah gadang. Budaya Minangkabau harus terus kita tampilkan dan kenalkan,” kata Vasko.
Ia menyebut keberadaan Semen Padang FC di kompetisi nasional merupakan peluang besar untuk membawa nama Sumatera Barat semakin dikenal. Menurutnya, setiap penampilan Kabau Sirah turut membawa cerita tentang daerah dan masyarakat Minangkabau.
“Setiap kali Semen Padang bertanding di level nasional, mereka membawa nama Sumatera Barat. Karena itu, identitas Minangkabau yang ditampilkan melalui klub ini patut kita dukung,” ujarnya.
Dukungan juga diberikan terhadap target besar yang dicanangkan manajemen untuk musim 2026/2027. Semen Padang FC membidik posisi terbaik di Championship dengan tujuan utama mengakhiri musim sebagai juara dan kembali ke kompetisi kasta tertinggi Indonesia.
Presiden Klub Semen Padang FC Andre Rosiade memastikan persiapan menghadapi musim baru dilakukan secara serius. Tim kepelatihan dipercayakan kepada Nil Maizar dengan misi membawa Kabau Sirah meraih hasil maksimal.
“Target kami jelas. Dengan tim kepelatihan yang dipimpin Nil Maizar, kami ingin menjadi juara. Juara Liga 2 adalah target yang wajib dicapai,” tegas Andre.
Dari sisi komposisi pemain, Semen Padang FC menyiapkan 35 pemain untuk menghadapi rangkaian pertandingan Championship 2026/2027 dan Piala Liga. Sejumlah pemain dengan jam terbang tinggi menjadi bagian dari skuad, termasuk Ilija Spasojevic, Stefano Lilipaly, Esteban Viscara, Hargianto, Safrudin Tahar, dan Rezaldi Hehanusa.
Komitmen terhadap pemain muda juga tetap menjadi perhatian. Delapan pemain U-21 masuk dalam daftar skuad, salah satunya Mierza Firjatullah yang memiliki pengalaman bersama tim nasional Indonesia kelompok usia.
Untuk memperkuat lini pemain asing, Kabau Sirah mengandalkan Igor Cukovic, Lazar Zlicic, serta Junior Batista.
Dari sisi tampilan, jersi kandang Semen Padang FC tetap mempertahankan warna merah sebagai warna utama. Namun, musim ini desain tersebut diperkaya berbagai elemen Minangkabau, termasuk visual rumah gadang dan kepala kerbau yang menjadi bagian dari simbol klub.
Sementara itu, jersi tandang hadir dengan warna biru muda yang perlahan berubah menjadi kuning di bagian bawah. Konsep tersebut memiliki filosofi tersendiri, yakni menggambarkan keberanian untuk melangkah keluar dari daerah asal, beradaptasi dengan tantangan baru, serta berjuang meraih tujuan yang lebih besar.
Untuk menjalani pertandingan musim ini, Semen Padang FC menjadikan Stadion Patriot Candrabhaga, Bekasi, Jawa Barat, sebagai venue kandang.
Perjuangan Kabau Sirah akan dimulai di Grup A Championship 2026/2027. Laga pembuka dijadwalkan berlangsung pada 13 September 2026 dengan menghadapi Persiraja Banda Aceh sebagai tim tuan rumah.
Sebanyak 20 klub ambil bagian dalam Championship musim ini dan terbagi ke dalam dua grup. Dua juara grup akan mendapatkan tiket promosi langsung ke Super League 2027/2028. Satu tiket lainnya akan ditentukan melalui laga antara penghuni posisi kedua dari masing-masing grup.
Dengan perpaduan antara target prestasi dan identitas budaya, musim baru Semen Padang FC diharapkan menjadi momentum penting bagi kebangkitan Kabau Sirah. Perjalanan menuju kasta tertinggi tidak hanya menjadi pertarungan di lapangan, tetapi juga kesempatan membawa nama Sumatera Barat dan kebanggaan Minangkabau ke panggung sepak bola Indonesia.













