PADANG, — Ajang Kejuaraan Pencak Silat Remaja Sumatera Barat 2026 berlangsung meriah dengan diikuti sebanyak 126 pesilat dari berbagai kabupaten dan kota di Sumatera Barat. Kompetisi ini menjadi wadah bagi generasi muda untuk mengasah kemampuan sekaligus menumbuhkan semangat sportivitas dan kecintaan terhadap seni bela diri pencak silat, digelar 19 – 22 Agustus 2026.
Kegiatan tersebut terlaksana melalui dukungan Pokok-Pokok Pikiran (Pokir) Anggota DPRD Sumatera Barat, Sofyan Hendri. Sofyan Hendri juga hadir langsung membuka rangkaian kejuaraan yang mempertandingkan sebanyak 12 nomor pertandingan.
Antusiasme peserta terlihat sejak pertandingan dimulai. Para pesilat remaja dari berbagai daerah tampil penuh semangat dan berusaha memberikan kemampuan terbaik dalam setiap laga. Persaingan berlangsung kompetitif, namun tetap menjunjung tinggi nilai sportivitas serta etika dalam olahraga pencak silat.
Anggota DPRD Sumbar Sofyan Hendri mengatakan, kejuaraan pencak silat bukan sekadar ajang untuk memperebutkan medali dan hadiah, tetapi juga menjadi ruang bagi generasi muda untuk belajar disiplin, membangun mental bertanding serta menghargai lawan.
“Kita ingin kegiatan seperti ini menjadi ruang bagi anak-anak muda untuk menunjukkan kemampuan terbaiknya. Jangan hanya mengejar kemenangan, tetapi jadikan setiap pertandingan sebagai pengalaman untuk terus berkembang,” ujar Sofyan Hendri.
Menurutnya, Sumatera Barat memiliki banyak potensi atlet muda yang perlu mendapatkan ruang untuk berkembang. Karena itu, pembinaan harus dilakukan secara berkelanjutan agar bakat yang muncul dari berbagai daerah tidak berhenti pada satu kompetisi saja.
Sofyan Hendri menambahkan, olahraga juga memiliki peran penting dalam membentuk karakter generasi muda. Nilai kedisiplinan, keberanian, ketekunan dan sportivitas yang ditanamkan melalui pencak silat diharapkan dapat diterapkan peserta dalam kehidupan sehari-hari.
“Prestasi memang penting, tetapi yang tidak kalah penting adalah prosesnya. Dari pertandingan seperti inilah mental juara dibentuk,” katanya.
Dalam kejuaraan tersebut, panitia juga menyiapkan hadiah bagi para peserta yang berhasil meraih posisi terbaik. Juara I mendapatkan hadiah Rp1 juta, Juara II Rp500 ribu, sedangkan Juara III memperoleh Rp300 ribu. Selain hadiah utama, penghargaan juga diberikan pada setiap nomor pertandingan yang diperlombakan.
Sofyan Hendri menilai kegiatan seperti ini penting untuk terus didorong karena pencak silat tidak hanya berkaitan dengan prestasi olahraga, tetapi juga menjadi bagian dari upaya membentuk karakter generasi muda.
Melalui kejuaraan tersebut, para pesilat diharapkan semakin termotivasi untuk meningkatkan kemampuan dan berprestasi, baik di tingkat daerah maupun pada kompetisi yang lebih tinggi.
Rangkaian Kejuaraan Pencak Silat Remaja Sumatera Barat 2026 kemudian ditutup oleh Sofyan Hendri. Penutupan tersebut sekaligus menjadi penanda berakhirnya seluruh pertandingan yang mempertemukan 126 pesilat dari berbagai kabupaten dan kota di Sumbar.
Kejuaraan ini diharapkan dapat menjadi agenda berkelanjutan dalam melahirkan bibit-bibit pesilat muda potensial sekaligus memperkuat eksistensi pencak silat sebagai salah satu olahraga dan warisan budaya yang terus berkembang di Sumatera Barat.













