PADANG, – Ketua DPRD Sumatera Barat Muhidi menegaskan bahwa pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) tidak boleh tertinggal dalam menghadapi era digital. Menurutnya, perubahan pola belanja masyarakat telah membuka peluang baru yang harus dimanfaatkan pelaku usaha untuk memperluas pasar tanpa harus bergantung pada toko fisik.
Hal tersebut disampaikan Muhidi saat menjadi narasumber dalam kegiatan Peningkatan Kapasitas UMKM bertema Peran DPRD Sumbar dalam Pengelolaan dan Pengembangan UMKM, Senin (27/7/2026).
Muhidi mengatakan, perkembangan teknologi telah mengubah cara masyarakat mencari informasi hingga mengambil keputusan untuk membeli suatu produk. Karena itu, UMKM dituntut lebih aktif memanfaatkan media sosial sebagai etalase sekaligus sarana promosi yang efektif.
“Bisnis saat ini tidak lagi harus memiliki tempat usaha yang besar. Produk bisa dipasarkan melalui media sosial dan platform digital. Jangan hanya menunggu pembeli datang, tetapi jemput peluang dengan memanfaatkan teknologi. Salah satunya melalui konten kreatif yang mampu menarik perhatian masyarakat,” kata Muhidi.
Ia menilai, persaingan usaha di era digital bukan hanya soal harga, tetapi juga tentang bagaimana pelaku usaha mampu menghadirkan produk yang berkualitas, memiliki kemasan menarik, serta dipromosikan secara profesional.
“Kualitas produk tetap menjadi kunci utama. Setelah itu diperkuat dengan kemasan yang baik dan penyajian yang menarik. Untuk mencapainya, pelaku UMKM harus terus meningkatkan literasi, baik literasi membaca maupun literasi digital. Jangan puas dengan kemampuan yang ada, karena dunia usaha terus berubah dan menuntut kita untuk terus belajar,” ujarnya.
Menurut Muhidi, perubahan zaman merupakan tantangan sekaligus peluang. Pelaku usaha yang cepat beradaptasi akan lebih mudah memenangkan persaingan dibanding mereka yang bertahan dengan cara-cara lama.
“Kita tidak bisa menghentikan perubahan. Yang bisa kita lakukan adalah menyiapkan diri agar mampu mengikuti perkembangan teknologi dan kebutuhan pasar. Kreativitas dan inovasi menjadi modal penting untuk menjaga usaha tetap berkembang,” tegasnya.
Muhidi juga mengingatkan bahwa perilaku konsumen kini telah bergeser. Banyak orang menentukan pilihan hanya dari informasi yang mereka lihat di media sosial sebelum akhirnya datang langsung untuk membeli atau mencoba produk.
“Sekarang masyarakat cukup membuka telepon genggam, melihat konten yang menarik, lalu memutuskan datang ke lokasi. Karena itu, pelaku UMKM tidak boleh pasif. Apalagi generasi muda sangat cepat mendapatkan informasi. Kalau kita tidak memiliki strategi pemasaran digital, kita akan tertinggal dari kompetitor,” ucapnya.
Melalui kegiatan peningkatan kapasitas ini, DPRD Sumatera Barat berharap pelaku UMKM semakin siap menghadapi transformasi digital, mampu memperluas akses pasar, meningkatkan daya saing produk lokal, serta menjadi penggerak utama pertumbuhan ekonomi daerah.















