PADANG – Semangat meningkatkan mutu pendidikan vokasi di Sumatera Barat mengemuka dalam Bimbingan Teknis (Bimtek) Peningkatan Kapasitas Guru Vokasi SMK se-Sumatera Barat yang digelar Jumat (24/7/2026). Kegiatan ini menjadi momentum memperkuat sinergi antara dunia pendidikan, pemerintah, dan pemangku kebijakan dalam mencetak sumber daya manusia (SDM) yang unggul dan berdaya saing.Kepala SMKN 1 Lembang Malintang, Kabupaten Pasaman Barat, Edi Supandri, mengaku memperoleh banyak inspirasi dari kegiatan tersebut.
Menurutnya, materi yang disampaikan membuka wawasan baru mengenai kepemimpinan sekolah yang lebih adaptif dan berorientasi pada peningkatan kualitas pendidikan.”Kegiatan ini sangat luar biasa. Sebagai kepala sekolah, kami mendapatkan perspektif baru dalam memimpin satuan pendidikan agar semakin maju. Bimtek ini membuka kembali cakrawala berpikir kami untuk terus melakukan inovasi demi peningkatan mutu sekolah,” ujarnya.
Edi berharap komunikasi dan koordinasi dengan Dinas Pendidikan Provinsi Sumatera Barat semakin kuat sehingga berbagai kebutuhan sekolah dalam meningkatkan kualitas pembelajaran dapat diwujudkan. Ia juga mengharapkan dukungan dari DPRD Sumatera Barat melalui kebijakan yang berpihak pada pengembangan pendidikan vokasi.
“Kami membutuhkan dukungan kebijakan agar sekolah-sekolah vokasi dapat terus berkembang dan mampu mencetak lulusan yang siap bersaing di dunia kerja,” tambahnya.
Sementara itu, Ketua DPRD Provinsi Sumatera Barat, Muhidi, menegaskan bahwa kemajuan sebuah bangsa sangat ditentukan oleh kualitas sumber daya manusianya, bukan semata-mata kekayaan sumber daya alam.
“Negara maju dibangun oleh SDM yang unggul. Kita bisa melihat bagaimana Singapura mampu berkembang pesat karena memiliki kebijakan yang kuat dalam pembangunan sumber daya manusia,” kata Muhidi.
Ia menekankan bahwa lulusan SMK tidak cukup hanya mengandalkan ijazah. Dunia industri saat ini lebih membutuhkan tenaga kerja yang memiliki kompetensi, keterampilan, dan sertifikasi yang sesuai dengan kebutuhan lapangan kerja.
“Kalau lulusan SMK hanya membawa ijazah, mereka harus siap menghadapi persaingan yang semakin ketat. Dunia usaha kini mencari tenaga kerja yang benar-benar kompeten, memiliki sertifikat keahlian, dan siap bekerja sejak hari pertama,” tegasnya.
Muhidi juga mengingatkan pentingnya budaya literasi sebagai fondasi dalam membangun kompetensi. Menurutnya, ilmu pengetahuan hanya dapat berkembang jika didukung kemampuan membaca, memahami, dan terus belajar.
“Orang-orang hebat adalah mereka yang memiliki budaya literasi yang kuat. Dari sanalah lahir inovasi, kreativitas, dan kemampuan menghadapi perubahan zaman,” pungkasnya.






