banner 728x250

Ketua DPRD Sumbar Muhidi Ajak Masyarakat Perkuat Kewaspadaan Dini, Ingatkan Bahaya Hoaks dan Pentingnya Kepedulian Sosial

IMG20260806111021 scaled
banner 120x600

PADANG, – Ketua DPRD Sumatera Barat, Muhidi, menegaskan bahwa menjaga keamanan dan ketertiban daerah tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah maupun aparat penegak hukum. Menurutnya, kewaspadaan dini harus tumbuh dari kesadaran masyarakat yang berani peduli terhadap lingkungan, saling mengingatkan, serta tidak mudah terpengaruh informasi yang belum terbukti kebenarannya.

Pesan tersebut disampaikan Muhidi saat menghadiri kegiatan Peningkatan Kapasitas Kewaspadaan Dini Masyarakat di Padang, Kamis (6/8/2026).

Dalam kesempatan itu, Muhidi menilai budaya saling peduli merupakan fondasi penting untuk mencegah berbagai potensi gangguan sosial sejak dini. Ia mengajak masyarakat agar tidak memilih diam ketika melihat sesuatu yang berpotensi merusak kehidupan bersama.

“Kita semua memiliki tanggung jawab untuk saling mengajak kepada kebaikan dan mencegah kemungkaran. Sering kali persoalan muncul karena orang-orang baik memilih diam. Padahal, kalau kita berani mengingatkan dengan cara yang santun, Insya Allah akan membawa perubahan yang lebih baik,” ujar Muhidi.

Ia menekankan bahwa kepedulian terhadap lingkungan sekitar harus diwujudkan melalui pendekatan yang humanis dan penuh dialog. Menurutnya, mengingatkan sesama dengan cara yang baik merupakan bentuk kasih sayang, bukan tindakan yang bertentangan dengan hak asasi manusia.

“Kalau ada anak-anak kita mulai melakukan hal-hal yang kurang baik, panggil mereka, ajak berbicara dengan baik, jangan dengan kekerasan. Mari bekerja sama dalam kebaikan, karena kewaspadaan dini hanya bisa terwujud jika masyarakat mau saling peduli,” katanya.

Di tengah derasnya arus informasi digital, Muhidi juga mengingatkan masyarakat untuk lebih bijak menggunakan media sosial. Ia meminta setiap informasi yang diterima terlebih dahulu diverifikasi sebelum dibagikan agar tidak menjadi bagian dari penyebaran berita bohong atau hoaks.

“Jangan mudah percaya dengan informasi yang belum jelas sumbernya. Lakukan tabayun, cek kebenarannya, lihat manfaatnya, baru kemudian mengambil sikap. Jangan sampai kita ikut menyebarkan hoaks yang justru merugikan masyarakat,” tegasnya.

Muhidi menambahkan, kewaspadaan dini bukan hanya berkaitan dengan persoalan keamanan, tetapi juga menyentuh berbagai aspek kehidupan, mulai dari sosial, kesehatan, hingga kesiapsiagaan menghadapi bencana.

“Kewaspadaan dini adalah upaya bersama untuk mendeteksi berbagai potensi masalah sejak awal. Jika masyarakat kompak, saling peduli, dan mau bekerja sama, maka berbagai ancaman bisa dicegah sebelum berkembang menjadi persoalan yang lebih besar. Inilah yang akan menciptakan rasa aman, nyaman, dan kesejahteraan bagi masyarakat Sumatera Barat,” pungkasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *